Workshop Adaptasi Perubahan Iklim MOEJ

access_timeNov 21, 2018
Foto Bersama Kegiatan Workshop Adaptasi Perubahan Iklim Provinsi Bali

Sekretariat Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API) melalui Kementerian PPN/ BAPPENAS bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang (MOEJ) mengadakan Workshop Adaptasi Perubahan Iklim. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13-16 November 2018 di Provinsi Sumatera Utara, Jawa Timur dan Bali.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tenaga ahli MoEJ yang terdiri dari Universitas Tokyo, Universitas Ibaraki, National Institute for Environmental Studies, Pacific Consultant, Universitas Sumatera Utara dan Universitas Udayana. Kegiatan bertujuan untuk mengintegrasikan hasil keluaran kajian science basis pada fase 1 ke dalam dokumen perencanaan daerah (RPJMD).

IMG_6476 copy.JPG

Masukan terkait pengintegrasian adaptasi perubahan iklim ke dalam RPJMD Provinsi Sumatera Utara antara lain proses penyusunan RPJMD harus berdasarkan arahan dari Kementerian Dalam Negeri, salah satu arahan tersebut terkait dengan indikator kinerja yang dipakai dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional dan daerah, ada 4 indikator kinerja yang diukur yaitu indikator indeks lingkungan hidup, indeks kualitas air, indeks kualitas udara dan indeks kondisi tutupan tanah. Bappeda Provinsi Sumatera Utara bisa memasukkan hasil keluaran fase 1 MoEJ akan tetapi ada pertanyaan apakah ada indikator lain yang dapat digunakan diluar 4 indikator yang tersebut. Oleh karena itu, indikator baru terkait indeks ketahanan iklim dapat disertakan sebagai lampiran apabila diperlukan penambahan indikator.

IMG_6264 copy.JPG

Bappeda Provinsi Jawa Timur memberikan masukan mengenai pengintegrasian adaptasi perubahan iklim ke dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur antara lain terdapat revisi RPJMD pada tahun 2016 sehingga terdapat perubahan program dan kegiatan, oleh karena itu apa yang disampaikan oleh tim ahli dari MoEJ terkait dengan matriks usulan pengarusutamaan adaptasi perubahan iklim ke dalam RPJMD tidak sesuai dengan hasil revisi tersebut. OPD saat ini telah melaksanakan program dan kegiatan sesuai dengan revisi RPJMD, sehingga tidak sinkron dengan analisis yang disampaikan saat ini. Adapun di tingkat penyusunan RPJMD tidak dapat langsung menyertakan integrasi isu lintas sektor karena program dan kegiatan merupakan nama unit di OPD. Untuk kegiatan adaptasi perubahan iklim dapat diintegrasikan dalam program dan kegiatan, tetapi dengan nama yang berbeda sesuai dengan nama eselon 3 di OPD.

IMG_6387 copy.JPG

Bappeda Provinsi Bali menyampaikan masukan yaitu kajian adaptasi perubahan iklim pada fase 1 MOEJ dapat dimasukkan ke dalam RPJMD, terutama pada bagian kondisi iklim di Bali, dan pada Bab strategi dan kebijakan (dapat memayungi kebijakan di Provinsi Bali terkait adaptasi iklim). Isu adaptasi perubahan iklim juga bisa dimasukkan ke Bab 6 dan Bab 7. Selain itu, pelaksanaan API di daerah juga memerlukan indikator penilaian kinerja dan keberhasilan program sehingga dapat diukur tingkat keberhasilannya.

Harapannya untuk pertemuan berikutnya tenaga ahli dari MoEJ telah menghasilkan pemetaan gap analisis dan mengusulkan program dan kegiatan yang baru terkait penyusunan dokumen perencanaan daereh (RPJMD).

menu
menu