Workshop Adaptasi Perubahan Iklim di Medan

access_timeFeb 28, 2018

Sekretariat Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API) melalui Kementerian PPN/ BAPPENAS bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang (MOEJ) mengadakan Workshop Adaptasi Perubahan Iklim yang diadakan pada tanggal 19 Februari 2018.

Tim Kementerian Lingkungan Hidup Jepang (MOEJ) merupakan tim peneliti yang berlatar belakang Universitas Tokyo, Universitas Ibaraki, National Institute for Environmental Studies, dan Nippon Koei.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan guideline untuk adaptasi perubahan iklim serta mengembangkan alat pembuat kebijakan berbasis bukti ilmiah untuk adaptasi perubahan iklim. Dalam kesempatan ini, peneliti dari MOEJ juga akan memaparkan hasil kajian mereka sejauh ini.

Dalam sambutannya, perwakilan Kepala Bappeda Sumut menekankan pentingnya aksi adaptasi perubahan iklim di provinsi Sumatera Utara. Beliau mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Jepang atas kemitraan yang sudah terbangun selama ini.

Pembahasan workshop dilakukan dalam bentuk diskusi kelompok yang membahas 3 isu yaitu Kelautan dan Perikanan, Pertanian, dan Kesehatan. Masing masing kelompok memiliki keterwakilan pemerintah daerah untuk membahas lebih lanjut permasalahan dan isu yang ada. Dengan data informasi yang dimiliki, akan dikaji keterkaitan antara masing - masing isu dengan isu ekonomi, sosial dan lingkungan.

Dalam diskusinya, kelompok sektor kesehatan melihat bahwa permasalahan dana dan infrastruktur termasuk dalam prioritas tinggi. Pembahasan di kelompok sektor pertanian melihat bahwa reboisasi menjadi salah satu prioritas tinggi. Perubahan musim (kebakaran) dan kekeringan mejadi masalah serius yang dihadapi oleh oleh pemerintah daerah.

Kelompok kelautan perikanan melihat penanaman mangrove menjadi prioritas tinggi dikarenakan degradasi mangrove di pantai. Beberapa hal prioritas tinggi yang sulit dilakukan, yaitu peningkatan kapasitas nelayan dalam mengakses informasi. Selain itu, cuaca ekstreme menjadi tantangan lainnya.

Peneliti dari Jepang menjelaskan bahwa perubahan iklim akan berdampak negative di seluruh Indonesia. Untuk bidang pertanian, penelitian sejauh ini menyimpulkan adanya perubahan rata-rata produktivitias padi sebesar -7% di provinsi Sumatera Utara dari tahun 2018-2042. Untuk itu, pengembangan sistem irigasi berguna untuk menghindari penurunan hasil akibat perubahan iklim di beberapa daerah tertentu. Prediksi curah hujan dengan indeks iklim merupakan informasi berguna untuk mengambil tindakan adaptif yang efektif.

Harapannya, pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas peserta workshop dan semoga ke depannya hasil penelitian yang dicapai dapat disempurnakan untuk mencapai hasil yang lebih baik.

menu
menu