Simposium "Inisiatif Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia"

access_timeMar 12, 2018

Simposium "Inisiatif Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia", melalui kerjasama antara Kementerian PPN/BAPPENAS dengan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang (MoEJ) bertujuan untuk menjembatani antara perkembangan riset dampak perubahan iklim dengan kebijakan-kebijakan yang memiliki potensi langsung pada pengurangan kerugian yang ditimbulkan akibat perubahan iklim. Agenda utama acara ini antara lain (i) penandatangan kerjasama Fase 2; (ii) talkshow mengenai "science to policy" yang dipandu oleh Bapak Wimar Witoelar; (iii) Dua sesi diskusi mengenai kerangka kebijakan adaptasi perubahan iklim di Indonesia dan beberapa inisiatif yang sudah dilakukan. Acara ini dipandu oleh Miss. Tamao Tada dari Nippon Koei dan Kepala Sekretariat RAN-API.

Kegiatan riset dampak perubahan iklim pada fase 1 yaitu empat sektor terdampak yang meliputi sektor pertanian, sektor kelautan perikanan, sektor kesehatan dan sektor air. Dampak perubahan iklim dari keempat sektor tersebut dikembangkan melalui pendekatan di area percontohan RAN API (Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim) yaitu Provinsi Sumatra Utara, Jawa Timur dan Bali. Serangkaian riset seperti pemodelan iklim dan produktivitas pertanian dipimpin oleh Sekretariat RAN API melalui dukungan MoEJ. Hasil-hasil kegiatan ini kemudian didiskusikan, diperkaya dan dikembangkan dalam forum ini pada level pengembangan kebijakan dan perencanaan keempat sektor terkait.

Beberapa hasil penelitian dan kajian sementara telah menunjukkan bahwa hingga empat dekade mendatang ancaman penurunan rata-rata produktivitas pangan/padi nasional hingga 7% (MoEJ, 2018). Analisis kajian juga menunjukkan turunnya produktivitas pekerja akibat gangguan kesehatan karena dampak perubahan iklim hingga Rp 70 trilyun per tahun (MoEJ, 2018). Oleh karena itu, diperlukan kebijakan adaptif perubahan iklim untuk menghindari kerugian dan korban jiwa yang jauh lebih besar serta akan berpotensi meningkatkan produktivitas keempat sektor karena menggunakan pendekatan dan aksi baru yang komprehensif, berbasis data, dan model yang akurat.

Inisiatif Pemerintah Indonesia lainnya akan disampaikan melalui kajian yang sudah dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Informasi Geospasial (BIG). BMKG akan menyampaikan hasil kajian model proyeksi iklim atmosfer, sedangkan BIG akan menyampaikan kajian model proyeksi iklim laut. Harapannya, hasil dan perkembangan yang sudah dicapai dalam kerjasama ini baik dalam bentuk kajian maupun implementasi program dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kerjasama pada fase dua.

menu
menu