Sekretariat RAN API mengadakan Workshop Nasional Peningkatan Kapasitas Adaptasi Perubahan Iklim

access_timeAug 08, 2019

Sekretariat RAN API mengadakan Workshop Nasional Peningkatan Kapasitas Adaptasi Perubahan Iklim dari tanggal 5-7 Agustus 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta terkait adaptasi perubahan iklim, arah dan kebijakan adaptasi perubahan iklim dalam Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN API), kerugian ekonomi dampak perubahan iklim pada 4 sektor prioritas (pertanian, air, kelautan dan pesisir, kesehatan), serta menyusun perencanaan program dan kegiatan adaptasi perubahan iklim di 4 sektor prioritas.

Dr. Sudhiani Pratiwi selaku Kasubdit Kualitas Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kementerian PPN/ Bappenas dalam sambutannya menjelaskan mengapa Indonesia harus beradaptasi terhadap perubahan iklim. Data Bank Dunia pada tahun 2010 menyatakan Indonesia berpotensi kehilangan ekonomi mencapai 7% dari PDB. Selain itu, pada tahun 2016 Indonesia menempati posisi ke-4 dari 10 negara yang mengalami bencana terbanyak.

Peserta workshop mengajukan pertanyaan kepada panelis

Kegiatan workshop ini dihadiri kurang lebih 150 orang dari perwakilan Kementerian/ Lembaga, pemerintah daerah, mitra pembangunan serta universitas. Pada hari pertama tanggal 5 Agustus 2019, dilaksanakan diskusi panel tentang kebijakan adaptasi perubahan iklim di 4 sektor prioritas. Selain itu, dilakukan pembahasan tentang lesson learned perencanaan dan adaptasi perubahan iklim di Jepang, konsep perubahan iklim dan tahapan ilmiah perencanaan aksi adaptasi perubahan iklim, risiko perubahan iklim di urban poor serta konsep penilaian kerugian ekonomi dan non-ekonomi dampak perubahan iklim.

IMG_0160 web.jpg

Suasana di ruangan saat pembukaan workshop berlangsung

Bapak Dr. Hendricus Andy Simarmata selaku ketua tim kajian Penilaian Potensi Kerugian Ekonomi Akibat Dampak Perubahan Iklim untuk RPJMN 2020-2024 menyatakan berdasarkan hasil kajian pada tahun 2023, potensi kerugian ekonomi dampak perubahan iklim mencapai 112,2 Trilyun Rupiah. Potensi kerugian tersebut dapat diturunkan dengan tindakan adaptasi spontan (merujuk dari program terkait adaptasi per sektor) hingga turun sampai angka 95,7 trilyun Rupiah (turun sekitar 15%). Dan jika dilakukan tindakan adaptasi yang terencana diharapkan kerugian yang dialami dapat turun hingga angka 58,3 Trilyun Rupiah (turun hampir 50%).

Bapak Dr. Hendricus Andy Simarmata selaku ketua tim kajian Penilaian Potensi Kerugian Ekonomi Akibat Dampak Perubahan Iklim untuk RPJMN 2020-2024 menjelaskan paparan “Konsep Penilaian Kerugian Ekonomi dan Non-Ekonomi Dampak Perubahan Iklim”

Pada pelaksanaan hari kedua dan ketiga Workshop Nasional Peningkatan Kapasitas Adaptasi Perubahan Iklim, dilakukan pembahasan lebih lanjut mengenai bahaya dan dampak perubahan iklim pada 4 sektor prioritas. Pada kesempatan ini juga diadakan sesi sharing lesson learned dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian serta sektor kelautan dan pesisir di Jepang. Selain itu, dilakukan pemaparan mengenai konsep penilaian dan teknis perhitungan kerugian ekonomi dampak perubahan iklim pada 4 sektor prioritas. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba melakukan praktik penghitungan kerugian ekonomi.

Harapannya para peserta mendapatkan banyak manfaat dari workshop ini dan dapat diaplikasikan untuk membantu perencanaan kegiatan adaptasi perubahan iklim di instansi-instansi terkait.

menu
menu