Sekretariat RAN API Gelar Workshop Kebijakan Adaptasi Perubahan Iklim Nasional

access_timeJun 24, 2019

Workshop kebijakan adaptasi perubahan iklim nasional merupakan pertemuan penting sebagai awal dalam menentukan arah kebijakan, strategi, dan rencana aksi adaptasi untuk keempat sektor prioritas yang terdampak, yaitu pertanian, kelautan dan pesisir, air, dan kesehatan dalam rangka penyempurnaan Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024 dan penyusunan dokumen National Adaptation Plans (NAPs).

Kegiatan workshop yang difasilitasi oleh Sekretariat RAN API dan Kementerian PPN/Bappenas berlangsung pada 18-20 Juni 2019 dihadiri oleh perwakilan dari K/L. Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Lingkungan Hidup, Medrilzam, Ph.D dengan menekankan bahwa adaptasi perubahan iklim bagian dari Prioritasi Nasional 6, yaitu Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim.

Direktur Lingkungan Hidup Medrilzam menyampaikan arahan kepada peserta worskhop

Kasubdit Perencanaan Adaptasi KLHK menyampaikan risiko perubahan iklim tingkat nasional melalui Sistem Informasi Data Indeks Kerentanan, serta Dr. Andy Simarmata menyampaikan tentang potensi kerugian ekonomi akibat dampak perubahan iklim. Hasil kajian valuasi kerugian ekonomi pada tahun 2023 menunjukkan kerugian ekonomi dapat mencapai 112,2 Trilyun Rupiah. Kerugian dapat diturunkan sebesar 15% dengan tindakan adaptasi spontan dan 50% dengan tindakan adaptasi yang terencana. Pada sesi khusus sektor pertanian, Dr. I Putu Santikayasa mengemukakan adanya penurunan produksi padi pada setiap provinsi di Indonesia.

Hari kedua, Prof. Safwan Hadi, ahli sektor laut dari Pusat Perubahan Iklim Institut Teknologi Bandung, menyampaikan terdapat pergerakan gelombang tinggi yang semakin mendekati garis pantai Indonesia dan wilayah yang paling rawan adalah Indonesia Bagian Timur. Sementara, Dr. Eng. Hamzah, ahli sektor pesisir, menyampaikan adanya kerusakan pantai di Muara Angke Jakarta akibat kesalahan penggunaan lahan dalam pembangunan Seawall dan berdampak pada kemunduran garis pantai. Dalam studinya, wilayah pesisir Indonesia Bagian Barat lebih rentan daripada Indonesia Bagian Timur. Bentuk kebijakannya dapat berupa pengembangan teknologi perlindungan pantai maupun peningkatan kapasitas bagi para pemangku kepentingan.

Ahli sektor laut Safwan Hadi menyampaikan kajian bahaya dalam sektor laut

Ahli sektor pesisir Hamzah Latief menyampaikan kajian bahaya dalam sektor pesisir

Peserta menyampaikan pertanyaan saat sesi diskusi

Sementara, Abdul Malik, M.Eng, Direktur Pengairan dan Irigasi Kementerian PPN/Bappenas, menyampaikan bahwa dalam Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024 sektor air perlu menambah 2 indikator non fisik, seperti water for food dan water for energy. Namun, kedua usulan indikator tersebut perlu didiskusikan lebih lanjut.

Direktur Pengairan dan Irigasi Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik menyampaikan usulan

Hari ketiga adalah sesi khusus membahas kebijakan dan strategi untuk sektor kesehatan. Dr. Martiwi Setiawati dari Tokyo University menyampaikan sebaran DBD cenderung mengalami peningkatan pada bulan Januari, Februari, dan Desember, serta sebaran DBD tertinggi berada di wilayah timur Indonesia seperti Ambon dan Bali.

Para peserta workshop Kebijakan dan Strategi Adaptasi Perubahan Iklim Nasional

Perwakilan dari Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas menyampaikan bahwa matriks pembangunan akan menyajikan detail kegiatan adaptasi di sektor kesehatan untuk RPJMN 2020-2024 maupun NAPs. Untuk mengakomodir jenis penyakit lain selain DBD, Kepala Sekretariat RAN API menyampaikan sebaiknya valuasi kerugian ekonomi juga dilakukan terhadap jenis penyakit lain yang terdampak oleh perubahan iklim.

Sebagai tindak lanjut, koordinasi intens akan dilakukan antara Sekretariat RAN API, direktorat teknis tekait di dalam lingkup Bappenas, dan Biro Perencanaan pada setiap K/L terkait bersama-sama membahas dan menyepakati kegiatan dan indikator ketahanan iklim sebagai penyempurnaan Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024. Sementara itu kebijakan dan strategi yang dibahas pada workshop tersebut akan didetailkan dalam workshop lanjutan penyusunan NAPs.


Penulis: Mega Sesotyaningtyas

Editor: Kevin Simon, Putra Dwitama

menu
menu