Kick Off Kaji Ulang RAN-API

access_timeMay 24, 2017

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Bapak Medrilzam mengatakan sudah saatnya Dokumen Perencanaan RAN-API bersifat science-based policy atau kebijakan berbasis sains. Menurutnya, saat ini pengarusutamaan adaptasi perubahan iklim ke dalam dokumen perencanaan masih bersifat perception-based policy, dimana idealnya harus bersifat science-based policy.

“Review RAN-API memiliki tujuan salah satunya untuk memberikan kontribusi science-based policy dalam proses penyusunan RPJMN 2020-2024,” katanya dalam kegiatan “Kick-off Meeting Review RAN-API” di Hotel AONE, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 19 Mei 2017 dan merupakan hasil kerja sama antara Sekretariat RAN API dengan Adaptasi Perubahan Iklim dan Kerentanan (USAID - APIK). Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendapatkan masukan dari pemangku kepentingan terhadap kaji ulang/review RAN API. Pemangku kepentingan yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari berbagai instansi seperti lembaga/kementerian, mitra pembangunan, universitas dan LSM.

Salah satu kesimpulan yang didapatkan dalam pertemuan itu yaitu peningkatan resiliensi masyarakat dan pengarusutamaan adaptasi perubahan iklim di tingkat daerah ke dalam dokumen perencanaannya (RPJMD dan RKPD) akan diupayakan terfokus di 15 daerah percontohan RAN-API.

Adapun beberapa hal yang harus ditindak lanjuti dalam pertemuan selanjutnya adalah hubungan antara proses scientific dan politik dalam penyusunan dokumen pembangunan harus diminimalisasi gapnya serta penentuan tujuan/goals besar yang jelas dan spesifik dalam aksi adaptasi sehingga penentuan lingkup kegiatan dan performance measurement akan menjadi lebih mudah.

menu
menu