FGD Pengembangan Indeks Resiliensi di Tarakan

access_timeSep 23, 2017

Pada tanggal 18 September 2017, Sekretariat RAN-API mengadakan Focus Group Discussion Pengembangan Indeks Resiliensi di Kantor Bappeda Kota Tarakan. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah dari berbagai instansi pemerintahan Kota Tarakan seperti dari dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup, dan dinas perikanan.

Kegiatan dibuka oleh Bapak Eddy Suriansyah selaku Kepala Bappeda Kota Tarakan dimana beliau mengatakan di dalam dokumen RPJMD 2014-2019 dicanangkan program strategis sebanyak 27 program dan beberapa kegiatan memiliki kaitan erat dengan RAN-API.

Ibu Anna Amalia selaku perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas menjelaskan bahwa sub-bidang yang menjadi program prioritas dalam RPJMD Kota Tarakan sudah sesuai dengan sub-bidang yang ada di RAN API, namun untuk sub-bidang kesehatan belum terlihat kesesuaiannya. Oleh karena itu, kajian ulang RAN API perlu dilakukan untuk menemukan tolok ukur dan sasaran dalam bidang kesehatan.

Bapak Putra Dwitama selaku Manajer Program Sekretariat RAN-API menambahkan bahwa kaji ulang RAN API bertujuan untuk memperbaharui dokumen KRAPI di Kota Tarakan dengan melihat relevansi dengan sektor kesehatan dan apakah ada sektor lain yang rentan di Kota Tarakan. Untuk memperbaharui dokumen KRAPI tersebut salah satunya dilakukan dengan menyusun indeks resiliensi. Sehingga, indeks resiliensi ini diharapkan dapat digunakan untuk menentukan sektor adaptasi dan sebagai alat ukur keberhasilan adaptasi di Kota Tarakan.

Dalam kesempatan ini, hasil diskusi dengan beberapa perwakilan instansi daerah juga mendapatkan informasi terbaru mengenai kemajuan aksi adaptasi di kota Tarakan seperti bidang kesehatan, lingkungan hidup, dan infrastruktur.

Kedepannya, diharapkan data yang sudah diproses dari dinas pemerintahan kota Tarakan untuk penyusunan indeks resiliensi dapat membantu upaya memperkuat resiliensi Kota Tarakan dalam menghadapi perubahan iklim.

menu
menu