FGD Pengembangan Indeks Resiliensi

access_timeJun 05, 2018
Sesi Gabungan Pengembangan Indeks Resiliensi

Kementerian PPN/ Bappenas dan Sekretariat RAN-API mengadakan FGD Pengembangan Indeks Resiliensi pada tanggal 5 Juni 2018. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang berasal instansi Kementerian/ Lembaga, mitra pembangunan, organisasi kemasyarakatan, dan universitas.

Pengembangan Indeks Resiliensi merupakan suatu kesatuan proses yang tidak terpisahkan dari Kaji Ulang RAN API, dimana salah satu latar belakang dari kaji ulang RAN API adalah saat ini ketiadaan alat ukur penilaian ketahanan dampak perubahan iklim dimana pemanfaatannya sebagai tools monitoring dan evaluasi program/kegiatan/intervensi proyeksi adaptasi terhadap peningkatan ketahanan masyarakat di Indonesia. Disamping itu Indeks Resiliensi dapat dijadikan perangkat penentu baseline dan target pembangunan RPJMN 2020-2024 khususnya prioritas pembangunan terkait adaptasi perubahan iklim.

Kegiatan dibuka oleh Ibu Sudhiani Pratiwi selaku Kepala Sub Direktorat Kualitas Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian PPN/ Bappenas. Dalam sambutannya, dijelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan dari Kementerian/Lembaga mengenai metodologi, kerangka, indikator yang digunakan dan ketersediaan data dalam penyusunan kerangka Kajian Indeks Ketahanan Iklim di tingkat Nasional.

Pembahasan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai metodologi kajian indeks ketahanan iklim oleh Tim Kajian yang diwakili oleh Bapak Wilmar Salim, Ph.D. Dalam kesempatan ini, disampaikan konsep penghitungan resiliensi beserta hasil perhitungan resiliensi yang dibagi berdasarkan pulau di Indonesia. Sebagaimana diketahui dalam konsep Resiliensi yang diadaposi, disturbance merupakan salah satu faktor penentu tingkat ketahanan yang dihitung. Dalam hal ini pemanfaatan hasil kajian bahaya pada sektor prioritas RAN API disampaikan oleh Prof. Safwan Hadi, Ph.D untuk Sektor Kelautan Subsektor Keselamatan Pelayaran, Subsektor Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil oleh Dr. Eng. Hamzah Latief, dan Sektor Air oleh Budhi Setiawan, Ph.D.

IMG_4383 web.JPG

Pembahasan selanjutnya dibagi menjadi sesi parallel untuk membahas dan mengembangkan lebih jauh indikator – indikator yang sudah ada. Dalam sesi ini, masukan dari peserta sangat variatif, dimana salah satunya usulan penambahan dan pengurangan indikator. Disamping itu perlu melakukan penyelarasan sistem dan variabel ketahanan yang dikembangkan dengan keberadaan variabel dan alat ukur yang saat ini digunakan oleh beberapa K/L. Ketersediaan data dan konsistensi sumber data yang sama menjadi isu penting, satuan periode menjadi penting untuk mengatasi keberagaman tahun data mengingat konsep ketahanan iklim berpegang kepada shock yang terjadinya pada periode tertentu.

IMG_4418 web.JPG

Dalam sesi penutup, Putra Dwitama selaku Kepala Sekretariat RAN-API mewakili Kementerian PPN/ Bappenas menyampaikan sintesa dan tindaklanjut pertemuan, dimana kembali mengingatkan konsep pengukuran adaptasi perubahan iklim dengan menggunakan Indeks Ketahanan diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan adaptasi ke depan.

menu
menu