Evaluasi Proyek Kerjasama Bappenas - Kementerian Lingkungan Jepang Fase 1

access_timeMay 08, 2018

Dalam rangka rencana implementasi proyek kerjasama Kementerian PPN/ Bappenas dengan Kementerian Lingkungan Jepang Fase 2, Direktorat Lingkungan Hidup dan Sekretariat RAN-API melakukan kunjungan kerja evaluasi, dialog kebijakan, persiapan implementasi fase 2 dan potensi dukungan dari mitra lain seperti IGES, NIES, dan Universitas Tokyo.

Adapun tim Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian PPN/ Bappenas antara lain Ir. Medrilzam, P.hD (Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/ Bappenas), Dr. Sudhiani Pratiwi (Kasubdit Kualitas Lingkungan dan Perubahan Iklim), Putra Dwitama (Kepala Sekretariat RAN API) dan Nadia Amelia Ridwan (MoEJ Project Indonesia).

Pertemuan diawali dengan Deputi Jenderal untuk mendiskusikan capaian implementasi proyek Inisiatif Adaptasi di Indonesia fase 1 dimana telah dihasilkan beberapa keluaran yang menjadi pijakan untuk meneruskan proyek tersebut pada phase kedua, yaitu model dan proyeksi perubahan iklim di Indonesia, penilaian dampak perubahan iklim pada 3 wilayah percontohan dengan fokus kepada sektor pertanian, kesehatan, dan pesisir serta perikanan.

Terkait dengan dukungan pendanaan, sebagaimana diketahui Jepang merupakan penyumbang terbesar terhadap pendanaan multilateral dan bilateral, seperti GCF dan ADB. Sebagai bentuk dukungan dan tindaklanjut fase 1, MoEJ akan membantu pemerintah dalam peningkatan kapasitas penyusunan proposal untuk mendapat kesempatan pendanaan proyek adaptasi. Dimana sampai saat ini peluang tersebut sedikit didapatkan oleh negara-negara berkembang di Asia jika dibandingkan dengan negara-negara di Afrika.

Picture1.png

Selain itu, tim juga melakukan rapat teknis evaluasi yang dipimpin oleh Direktur Riset dan Informasi Kementerian Lingkungan Jepang, Masanonu Kimura. Evaluasi ini mendiskusikan hasil temuan sains yang dihasilkan serta mendiskusikan tata kelola implementasi proyek. Di samping itu beberapa catatan teknis seperti: perlu penajaman proyeksi iklim pada skala yang lebih kecil, pelibatan BMKG terutama dalam pemanfaatan data observasi untuk keperluan validasi model; penajaman analisis dampak pada sektor yang dikaji (kesehatan, pertanian, pesisir dan perikanan) dengan mempertimbangkan variabel dan referensi yang sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan/prioritas nasional.

Pada fase 2 diharapkan dilakukan penajaman analisis dan sesuai dengan kebutuhan/prioritas di tingkat nasional dan ketiga daerah percontohan. Dengan output yang diharapkan antara lain; perencanaan adaptasi, peningkatan kapasitas, implementasi platform data dan informasi, dan asistensi penyusunan proposal dan peluang pendanaan untuk implementasi proyek terpilih.

Tindak lanjut pertemuan tersebut antara lain: 14 Mei: kick off meeting di Jakarta, untuk menyamakan persepsi, metode dan pendekatan proyek. 15-17 Mei: sosialisasi dan komitmen keikutsertaan Bappeda dan Tim Pokja API dan/atau lokal expert di Provinsi Sumtera Utara, Jawa Timur, dan Bali.

menu
menu