Kabupaten Malang Sigap Adaptasi

Kabupaten Malang Sigap Adaptasi

Malang-Memiliki Kajian Kerentanan Adaptasi Perubahan Iklim, tak ada artinya tanpa aksi nyata. Di Kabupaten Malang, Sekretariat Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN API) bersama Badan Perencanaan Pemerintahan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang mendiskusikan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim untuk Kabupaten Malang, pada Jumat, 26 Agustus 2016. “Kami sudah memiliki program Adaptasi sejak 2015, tapi belum disinkronisasikan dengan SKPD,” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Malang Edy Suhartono dalam Sosialiasi RAN API di Hotel Aria Gajayana. Rapat dihadiri sekitar 12 perwakilan dinas terkait adaptasi di Kabupaten Malang.

Program adaptasi pemerintah kabupaten tersebut, mulai dari mengatasi pencemaran, akses informasi sumber daya alam dan lingkungan; ruang terbuka hijau; dan persampahan. Edy menyampaikan, meski program sudah baik, tapi kendala muncul dalam implementasi di lapangan. “Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan masih rendah,” kata dia. Dari hal kecil saja, seperti membuang sampah. Adapun di sisi pembangunan, Edy menambahkan, kegiatan adaptasi belum terintegrasi dengan sistem pembangunan lainnya, misalnya rencana penataan ruang.

Technical Advisor Sekretariat RAN API Budhi Setiawan mengatakan idealnya kegiatan adaptasi di daerah selaras dengan kegiatan yang disusun oleh Kementerian dan Lembaga. Keselarasan itu akan terlihat dari Kajian Risiko Adaptasi Perubahan Iklim yang sudah dimiliki Malang Raya sejak 2012.

Peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut ternyata masih ada yang belum mengetahui keberadaan RAN API yang dibentuk sejak 2014. Hasil pertemuan menyimpulkan bahwa perlu forum koordinasi penetapan output yang mendukung API sebelum penyusunan rencana dan anggaran serta integrasi API dalam siklus perencanaan anggaran.