FGD Pengembangan Model Hazard Terkait Proyeksi Iklim Atmosfer dalam Kaji Ulang RAN-API

FGD Pengembangan Model Hazard Terkait Proyeksi Iklim Atmosfer dalam Kaji Ulang RAN-API

Pada tanggal 20 September 2017, Sekretariat RAN-API mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Model Hazard Terkait Proyeksi Iklim Atmosfer dalam Kaji Ulang RAN-API yang dihadiri oleh peserta dari Kementerian/Lembaga, mitra pembangunan dan universitas.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya dimana pada pertemuan sebelumnya telah disepakati bahwa kegiatan adaptasi perubahan iklim akan mengacu pada empat sektor yang ada di dalam Indonesia Climate Change Sectoral Roadmap (ICCSR) yaitu sektor pertanian, kelautan & perikanan, air, dan kesehatan.

Beberapa keluaran yang berusaha dicapai dalam kegiatan FGD ini antara lain informasi pemahaman model atmosfer dan dampaknya pada sektor air, pertanian dan kesehatan, identifikasi jenis bahaya, variabel pada sektor terkait jenis bahayanya, dan masukan terhadap pengembangan model dan skenario iklim atmosfer untuk kaji ulang RAN-API.

Untuk mencapai keluaran di atas, kegiatan FGD ini melibatkan para ahli seperti Prof Dr. Handoko yang membahas dampak perubahan iklim pada sektor pertanian serta Prof Dr. Ridad Agoes yang membahas dampak perubahan iklim pada sektor kesehatan.

Dalam kegiatan ini telah disepakati beberapa hal yaitu: analisis bahaya akan dilakukan di level provinsi, namun tetap memperhatikan jenis bahaya yang membutuhkan analisis spasial dengan skala yang lebih tinggi (misalnya: penyakit demam berdarah dengue dan malaria). Selain itu, cakupan untuk masing-masing sektor telah disepakati dan akan ditindaklanjuti dalam hal ketersediaan data, khususnya data dari BMKG.

Selanjutnya Sekretariat RAN API akan mengumpulkan cakupan adaptasi perubahan iklim di Kementerian/Lembaga, sehingga mendapatkan gambaran bentuk cakupan kajian bahaya.