Wilayah Khusus
Indikator untuk mengukur ketahanan infrastruktur dan perkotaan masih dalam proses diskusi

Terdiri atas:

Indikator peningkatan kesejahteraan dan kesiapan usaha masyarakat kelautan dan perikanan dan pulau kecil, terdiri atas

  • Rata-rata pembudidaya ikan, nelayan tangkap, pengolah ikan dan petambak garam
  • Adanya sumber pendapatan alternatif bagi pelaku
  • Ketersediaan informasi mengenai cuaca ekstrim
  • Jumlah unit pembenihan dan pembudidayaan ikan yang memenuhi standar cara budidaya ikan yang baik
  • Jumlah kapal dan alat penangkap ikan yang memenuhi standar laik laut, laik tangkap dan laik simpan
  • Jumlah petambak garam rakyat yang menerapkan teknologi adaptif dan sistem kelembagaan yang mendukung produksi garam
  • Ragam produk olahan bernilai tambah
  • Jumlah pelaku usaha dan masyarakat pulau kecil yang dilatih dan disuluh tentang mitigasi bencana hidro-meterologi dan adaptasi perubahan
  • Jumlah desa pesisir tangguh
  • Panjang prasarana pelindung pantai yang dibangun dan dipelihara dan direhabilitasi
  • Jumlah pulau kecil yang terfasilitasi peningkatan kualitas lingkungannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat
  • Jumlah pulau kecil yang terfasilitasi sarana/prasarana air bersih


Indikator Peningkatan pengelolaan SDKP secara berkelanjutan, terdiri atas

  • Jumlah pulau kecil dan luasan kawasan yang terfasilitasi rehabilitasi ekosistem
  • Tersedianya peta kerentanan perubahan iklim untuk wilayah pesisir dan pulau kecil


No
Kota/Kabupaten
Kegiatan
Mitra Pembangunan
Periode
Penerima Manfaat
Keluaran
Sumber Pendanaan
Manfaat
1
Kota Pekalongan
Peningkatan Ketahanan Pesisir Kota Pekalongan terhadap Dampak Perubahan Iklim melalui Pengembangan Media Tanam Mangrove dan Budidaya Adaptif
Mercy Corps Indonesia
Juli 2014 – Mei 2015
25 orang di Komunitas Muara Rejeki
4 kelompok masyarakat lainnya yang terdiri dari sekitar 60 orang (penerima manfaat tidak langsung)
750 bronjong bambu
Mitra Pembangunan (Yayasan Rockefeller dan Mercy Corps)
Meningkatkan Ketahanan di Sektor Kelautan dan Perikanan
2
Kota Semarang
Manajemen Ekosistem Mangrove dan Mata Pencaharian Alternatif
Mercy Corps Indonesia
Januari 2013 – Desember 2016
3 kelompok masyarakat dan penduduk desa Tugurejo
120 meter pemecah gelombang
20000 bibit mangrove
Mitra Pembangunan (Yayasan Rockefeller dan Mercy Corps)
Meningkatkan Ketahanan di Sektor Kelautan dan Perikanan
3 Kabupaten Konawe Selatan Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di Teluk Wawosungu melalui Integrasi Teknologi Rumpon Perairan Dangkal dan Teknologi Bioreef Baru berdasarkan Kelompok Kerja Masyarakat (Pokjamas) untuk Meningkatkan Penghidupan dan Konservasi
USAID APIK Agustus 2016 - April 2017 Komunitas nelayan di Puasana, Tanjung Tiram, dan Desa Wawatu
Total empat Kelompok Kerja Masyarakat dibentuk dengan jumlah anggota 88 orang (64 laki-laki dan 24 perempuan).
2.000 unit teknologi bioreef dan 4 unit Alat Rumpon Perairan Dangkal (FADs) dan dipasang di area Teluk Wawosungu
Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Universitas Halu Oleo (LPPM UHO)
Meningkatkan Ketahanan di Sektor Kelautan dan Perikanan
menu
menu