Sektor Air

Sektor sumber daya air menjadi salah satu sektor prioritas adaptasi perubahan iklim disebabkan oleh proyeksi iklim yang menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan menghadapi penurunan ketersediaan air secara gradual disebabkan oleh peningkatan suhu dan curah hujan. Selain itu, dijelaskan pula bahwa dampak perubahan iklim terhadap sektor air lainnya adalah meningkatnya bahaya banjir dan kekeringan. Risiko-risiko akibat perubahan iklim pada sektor sumber daya air tersebut juga dipaparkan dalam dokumen KRAPI (2012) untuk wilayah Tarakan, Sumatera Selatan dan Malang Raya. Pada dokumen tersebut juga ditambahkan adanya risiko tanah longsor pada ketiga wilayah studi.

No
Kota/Kabupaten
Kegiatan
Mitra Pembangunan
Periode
Penerima Manfaat
Keluaran
Sumber Pendanaan
Manfaat
1
Kabupaten Batang
Konservasi Mata Air di Sebelah Utara Dataran Tinggi Dieng, Batang sebagai Tindakan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
ICCTF
April 2016 – Juni 2017
300 rumah tangga
Melaksanakan konservasi sumber daya air. Kenaikan indikatif awal kubik air sekitar 50% selama musim hujan dan 25% selama musim kemarau
USAID
Meningkatkan resiliensi di Sektor Air
2
Kota Semarang
Studi pra-kelayakan untuk memperluas sistem pemanenan air hujan
Mercy Corps Indonesia
Desember 2010 – November 2011
5 Rukun Tetangga
Mengurangi air limpasan yang berpotensi menyebabkan banjir
Memungkinkan rumah tangga untuk menggunakan air bersih tanpa memanfaatkan sumber air tanah
Mitra Pembangunan (Yayasan Rockefeller dan Mercy Corps)
Meningkatkan resiliensi di Sektor Air
3
Kota Semarang
Prediksi banjir, sistem peringatan dini
Mercy Corps Indonesia
Januari 2012 – Desember 2014
  • 1060 rumah tangga (langsung)
  •  11084 orang
  • Meningkatkan mekanisme komunikasi antar pemangku kepentingan
  • Sistem Peringatan Dini Banjir
  • Sistem Evakuasi
  • Kelompok Siaga Bencana
Mitra Pembangunan (Yayasan Rockefeller dan Mercy Corps)
Meningkatkan resiliensi di Sektor Air
4
Kota Medan
Pengelolaan Mangrove untuk meningkatkan ketahanan ekologis dan ekonomi masyarakat di daerah pesisir
ICCTF
Agustus - Desember 2015
250 rumah tangga
Rehabilitasi kawasan mangrove sekitar 25 hektare. Area indikatif rehabilitasi tutupan lahan sekitar 85%. Peningkatan indikatif pendapatan masyarakat sekitar dua kali lebih banyak atau 100% dari layanan ekosistem: kepiting, udang, ikan
APBN SGP
Meningkatkan resiliensi di Sektor Air
menu
menu