Ketahanan Sistem Kehidupan
  • Indikator penduduk yang menderita malnutrisi, yaitu prevalensi balita dengan berata badan rendah/gizi kurang dan buruk

  • Indikator penurunan angka kematian, terdiri atas

    • Angka Kematian Bayi dan Balita per 1000 kelahiran

    • Tingkat kematian akibat cuaca ekstrim dan bencana hidro-meteorologi

  • Indikator pengendalian penyebaran penyakit dan penurunan jumlah kasus baru, terdiri atas

    • Prevalensi penyakit yang dibawa oleh vektor

    • Prevalensi penyakit yang disebarakan melalui udara

    • Prevalensi penyakit yang disebarkan melalui air

  • Indikator sarana dan prasarana kesehatan, terdiri atas

    • Presentase kecamatan dengan kesiapan pelayanan kesehatan tingkat pertama

    • Persentase kabupaten/ kota dengan akses pelayanan kesehatan tingkat lanjutan

    • Persentase ketersediaan vaksin dan obat di seluruh fasilitas farmasi kabupaten

  • Indikator kesehatan lingkungan yaitu presentase kabupaten/kota yang memenuhi syarat kesehatan lingkungan

  • Penguatan sistem kewaspadaan dan pemanfaatan sistem peringatan dini, terdiri atas

    • Jumlah provinsi yang menggunakan sistem peringatan dini

    • Jumlah desa yang mengembangkan Participatory Adaptation Climate Change Transformation dalam menyusun rencana aksi adaptasi masyarakat untuk bidang kesehatan

    • Tersedianya peta kerentanan iklim bidang kesehatan tingkat nasional

  • Regulasi, kapasitas kelembagaan dan IPTEK, terdiri atas

    • Adanya kebijakan di tingkat kabupaten dan provinsi yang berorientasi pada adaptasi perubahan iklim di bidang kesehatan

    • Jumlah produk/penelitian bidang kesehatan terkait perubahan iklim

 
 

  • Persentase penduduk hidup di bawah garis kemiskinan                                        

  • Jumlah dan kualitas sarana dan pra sarana yang mendukung kelancaran distribusi pangan                                       

  • Jumlah kelembagaan distribusi pangan masyarakat                                        

  • PDB/PDRB Perikanan dan Pertanian                                        

  • Harga bahan pangan utam

  • Prevalensi balita dengan berat badan rendah dan gizi buruk                                        

  • Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih                                        

  • Konsumsi pangan per kapita

No
Kota/Kabupaten
Kegiatan
Mitra Pembangunan
Periode
Penerima Manfaat
Keluaran
Sumber Pendanaan
Manfaat
1
Kota Tarakan
Menggunakan Topi Anti DBD (TAD) pada Reservoir Air Hujan sebagai Tindakan Pencegahan untuk Mengendalikan Vektor Demam Berdarah
Mercy Corps Indonesia
Oktober 2014 – Mei 2015
29 Rukun Tetangga
3 Rukun Tetangga dimana ada 237 rumah tangga yang masing-masing rumah menerima empat TAD
26 Rukun Tetangga menerima empat TAD per rumah di 645 rumah tangga
Kenaikan Free Larva Index rata-rata di 29 Rukun Tetangga dari 56,3% menjadi 95,7%, meningkat sebesar 39,4%
Mitra Pembangunan (Yayasan Rockefeller dan Mercy Corps)
Meningkatkan Ketahanan di Bidang Kesehatan
2
Kota Semarang
Studi pra-kelayakan untuk memperluas sistem pemanenan air hujan
Mercy Corps Indonesia
Desember 2010 – November 2011
5 Rukun Tetangga
Mengurangi air limpasan yang berpotensi menyebabkan banjir
Memungkinkan rumah tangga untuk menggunakan air bersih tanpa memanfaatkan sumber air tanah
Mitra Pembangunan (Yayasan Rockefeller dan Mercy Corps)
Meningkatkan Ketahanan di Sektor Air
menu
menu