Sektor Pertanian

Sektor pertanian dijadikan sebagai salah satu sektor prioritas adaptasi perubahan iklim karena merupakan sektor utama dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Di dalam dokumen ICCSR (2010) dijelaskan bahwa perubahan iklim secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan penurunan hasil pertanian. Perubahan curah hujan, peningkatan suhu, serta meningkatnya frekuensi kejadian ekstrim seperti kekeringan, merupakan dampak dari perubahan iklim yang dapat mengganggu produksi pertanian. Misalnya di Sumatera Selatan, pada dokumen KRAPI (2012) dijelaskan bahwa sektor utama yang mendominasi pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut adalah sektor pertanian.

Dampak perubahan iklim pada sektor ini menimbulkan asumsi terjadinya penurunan produktivitas tanaman dan penurunan luas panen yang erat kaitannya dengan perubahan suhu udara dan curah hujan, serta penurunan luas lahan pertanian akibat kenaikan muka air laut. Dengan demikian pertanian di Sumatera Selatan yang didominasi oleh komoditi padi (lahan basah dan lahan kering), jagung dan kedelai menjadi memilki risiko penurunan produksi akibat perubahan iklim. Risiko yang sama juga dipaparkan dalam dokumen KRAPI (2012) untuk wilayah Malang Raya yang memiliki 3 jenis sistem pertanian yaitu dataran rendah (padi sawah, jagung), menengah (padi lahan kering) dan dataran tinggi (apel). Sektor pertanian di Malang Raya tersebut berpotensi mengalami risiko penurunan produktivitas dan area pertanian, yang akhirnya menyebabkan penurunan produksi pertanian akibat peningkatan suhu udara dan perubahan curah hujan.

No
Kota/Kabupaten
Kegiatan
Mitra Pembangunan
Periode
Penerima Manfaat
Keluaran
Sumber Pendanaan
Manfaat
1
Kota Blitar
Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Karangsari dengan Meningkatkan Produktifitas Buah Belimbing di Kota Blitar
Mercy Corps Indonesia
Mei 2014 – April 2015
Tiga puluh satu petani agritourism dan 130 keluarga sasaran
800 biopori, 12 sumur resapan, 1 unit pemanenan air hujan
Mitra Pembangunan (Yayasan Rockefeller dan Mercy Corps)
Meningkatkan resiliensi di Sektor Pertanian
2
Kota Kupang
Proyeksi Iklim dan Strategi Adaptasi Intensifikasi System of Rice Intensification (SRI)  Terhadap Perubahan Iklim Daerah dengan Mengintegrasikan Pendekatan Model-Iklim-Tanaman-tanah-air di Nusa Tenggara Timur
ICCTF
April 2016 – Desember 2018
60 rumah tangga atau 2 kelompok tani
Peningkatan produktivitas dari 5 ton per Ha menjadi 12 ton per Ha
USAID
Meningkatkan resiliensi di Sektor Pertanian
3
Kabupaten Gunung Kidul
Mendukung ketahanan iklim pertanian adaptif di Gunungkidul, Yogyakarta
ICCTF
April 2016 – Maret 2018
300 rumah tangga atau 8 kelompok tani
  • Biaya pupuk dan pestisida yang 50% lebih rendah dan mempertahankan hasil produktivitas yang relatif sama. Biji yang terjamin tahan terhadap iklim
USAID
Meningkatkan resiliensi di Sektor Pertanian
4 Kota Medan Pengelolaan Mangrove untuk meningkatkan ketahanan ekologis dan ekonomi masyarakat di daerah pesisir
ICCTF Agustus – Desember 2015
250 rumah tangga
Rehabilitasi kawasan mangrove sekitar 25 hektare. Area indikatif rehabilitasi tutupan lahan sekitar 85%. Peningkatan indikatif pendapatan masyarakat sekitar dua kali lebih banyak atau 100% dari layanan ekosistem: kepiting, udang, ikan
APBN SGP Meningkatkan resiliensi di Sektor Pertanian
menu
menu